Jumat, 11 Januari 2013

mereka yang selalu sabar

Bekerja untuk rumah pintar BangJo PKBI Jawa Tengah (lengkap banget ya :-D), memiliki dinamika yang sangat menantang. Satu sisi sangat menyenangkan terlibat dengan anak-anak penuh warna, tetapi di sisi lain banyak sekali tuntutan yang tidak mudah untuk dilakukan. Pekerjaan, minat, dan cita-cita, terkadang beriringan tapi tidak mudah menyeimbangkan ketiganya. Cita-cita besar yang tidak mudah untuk diwujudkan, butuh keseriusan, ketekunan, dan semangat yang tinggi untuk mewujudkan itu semua. Jika sebelumnya saya bercerita semua pembelajaran semua ini berasal dari teman-teman relawan, maka kali ini saya akan menceritakan siapa saja mereka. Karena mereka adalah penyemangat, pendukung, dan penopang bagi saya sendiri. Karena mereka, saya jadi belajar untuk meredam emosi, berlaku adil, selalu mendorong untuk tidak menyerah, dan selalu tersenyum. Mereka yang berkorban banyak untuk rumah pintar BangJo PKBI Jateng, dan semangatnya untuk memajukan anak-anak yang ada di pasar Johar Semarang. 


Alfa,
Relawan paling senior diantara relawan yang lain, bahkan dari saya juga hehe,, Memiliki pandangan-pandangan yang luar biasa, ngemong, tidak sungkan untuk mengajari relawan yang lainnya. Ga pernah ngeluh, permasalahan selalu di selesaikan sendiri dan bertanggung jawab atas yang dikerjakan. Dia terkenal dengan relawan yang "pelor" (nempel molor), gampang banget buat tidur dimana aja hehehe. Awalnya menjadi relawan perpustakaan, kemudian membantu di kelompok belajar sekolah dan sekarang konsen di kelompok belajar untuk PAUD.

Jaya,
Awalnya jadi relawan ketika masih di program sebelumnya. Ketika rumpin ini berdiri dia membantu jadi Staf administrasi. Jiwa relawannya top banget. Punya julukan "mas guru". Kesabarannya, sifat pendiamnya, selalu menyejukkan suasana. Sekarang sudah mengabdikan dirinya untuk masa depannya. Wajar, tuntutan seorang laki-laki yang harus punya karir yang lebih baik. Meski begitu, ketika waktu senggang dia selalu menyempatkan diri untuk datang ke rumpin BangJo. "Kita selalu merindukanmu *ehem. ^^"

Nanda,
Relawan yang wawasannya paling luas, ide nya super, link nya banyak, tapi aktivitasnya segudang :). Aktivis di kampus, anak band yang job nya juga ga sedikit. Tutor musik di rumpin yang sempat menjadi relawan outreach mendampingi remaja di pasar Johar Semarang. Relawan yang humoris, tidak segan membantu, supel, to the point dan bertanggung jawab.

Irwan,
Relawan paling sedikit ngomong. Polos, rajin, punya ciri khas yang unik, dan ga neko-neko. Punya kisah cinta dengan pengorbanan yang luar biasa (versi org awam). Sifatnya yang penyayang, kalem, dan tidak pantang menyerah, membuat dia senangi oleh anak-anak dampingan.

Rury,
Relawan paling gagah badannya. Cowok banget, tapi hati nya kalem banget :-D. Relawan yang penurut, ga neko-neko juga, super energik (energi banyak, dan bisa diandalkan untuk angkat2). Calon pak guru yang giat untuk belajar, dan tidak pemalu. 

Galih,
Relawan yang sangat kocak, pemecah suasana. Sifat kepeduliannya, membuat ada sebuah cita-cita mulianya yang belum tercapai. Dia membantu di perpustakaan rumpin. Membantu di rumpin selama enam bulan. Singkat memang, tapi kesannya cukup membekas. Setelah lulus kuliah langsung memutuskann bekerja di luar kota. 

Inu,
Staf baru, menggantikan Jaya. Kesan pertama langsung berpikiran "saya tidak salah pilih". Tetapi adaptasi ternyata tidak semudah bagi orang yang mampu beradaptasi dengan cepat. Butuh proses untuk mengenalnya lebih dalam. Dan finaly, "i got it". Rapi, rajin, bertanggung jawab, dan cekatan. :)

Iskandar,
Relawan paling baru. Relawan yang suka galau, ga enakan, giat, lemah lembut dan empatinya besar. Relawan yang paling sering kehilangan HP. Relawan yang mau berkorban untuk melakukan apa saja *eeh. :D

Itu pria-pria rumpin BangJo ^_^


Kalo itu tadi cowok-cowok rumpin, sekarang ini ada cewek-cewek rumpin yang selalu riang dengan tingkah polah yang mengalahkan keramaian cowok-cowoknya. Pertama ada....

Serina,
Sosok perempuan yang polos, tetapi memiliki cita-cita tinggi dan ga pantang menyerah. Sebri bisa dibilang salah satu otak dari pergerakan Rumpin BangJo. Ide-ide yang cemerlang dan pola koordinasi yang apik, membuat dipercaya oleh teman-temannya.

Ratih,
Cewek yang satu ini adalah pengibur dan pembuat keramaian di rumah pintar BangJo. Karakternya yang ceria membuat suasana di Rumpin jadi selalu ceria. Kakak yang selalu dicari oleh anak-anak PAUD di sekitar Johar. Keceriaannya dalam mengatur anak-anak sekitar Rumpin membuat kehadirannya disukai dan dicari.

Vivi,
Gadis yang memiliki ambisi yang positif dan optimis. Baginya tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa diupayakan untuk mewujudkannya. Pendamping kelompok belajar ini memiliki trik-trik dalam memberikan pelajaran untuk anak-anak yang tidak sekolah maupun yang sekolah.

Ema,
Sosok ema ini adalah sosok yang simple, ceplas-ceplos, dan ceria. Keahliannya dalam mengutak atik design menjadi andalan rumpin di setiap event yang membutuhkan tim kreasi. Pendamping kelompok belajar ini juga memiliki trik dalam memberikan pembelajaran bagi anak-anak di pasar Johar.

Dian,
Relawan perpus yang memiliki ketrampilan dalam mengolah bahan bekas ini merupakan andalan rumpin dalam mendampingi ibu-ibu untuk berkreasi menghasilkan karya seni yang bisa di jual. Daya imajinasi dan ketekunannya untuk mencoba hal baru membuat kreasi rumpin tidak itu-itu saja.

Rizka,
Sosok orang yang memiliki jiwa wirausaha yang baik. Baginya memiliki usaha sendiri adalah keberhasilan dalam hidup. Relawan ini memiliki ambisi untuk mengembangkan usaha yang dimiliki oleh rumpin. Dan usaha yang telah dibangun hingga saat ini berkat upaya pengelolaan dari dia.

Uti,
Relawan yang satu ini adalah sosok yang sangat polos dan apa adanya. Relawan yang selalu memakai rok, selalu sabar dalam mendampingi anak-anak yang menjadi dampingan rumpin. Usahanya yang selalu berkembang dan selalu mencari hal baru, membuat ide-ide tersembunyinya selalu menggemparkan yang lain. Uti paling mudah terharu terhadap hal-hal yang sensitif.

Rakhma,
Sosok panutan dalam model pembelajaran untuk anak. Caranya dalam memberikan pelajaran, membuat anak menjadi nyaman. Anak sering diajari untuk berani mengungkapkan isi hatinya, dan berani untuk tampil di depan publik.

Dan saya sendiri,
Suka membuat keonaran dengan target-target baru untuk program yang ada di rumpin BangJo, hahaha,,,



Itulah para penghuni rumah pintar BangJo PKBI Jawa Tengah


Kamis, 03 Januari 2013

Aku dan Rumah Pintar BangJo

Awalnya aku hanya iseng mendaftar sebagai staf askor (asisten koordinator) untuk bidang anak jalanan di Asa PKBI Jawa Tengah. Hampir satu tahun aku bergabung dalam proyek tersebut. Pada pertengahan tahun 2009, proyek tersebut selesai. Feel itu belum sepenuhnya ada. Belajar bersama relawan-relawan yang sebelumnya telah bergabung di Asa PKBI Jateng terlebih dahulu. Mereka sangat peduli dengan anak-anak yang kurang beruntung itu. Mereka sangat perhatian, dan peduli terhadap masa depan anak-anak itu. Pergantian isu itu membuat teman-teman di satu bidang merasa resah akan keberlanjutan nasib anak-anak yang ada di jalanan kota Semarang. Inisiatif mereka untuk membuka kembali akses untuk anak-anak tersebut. Dibantu oleh staf Asa PKBI Jateng, berdirilah Rumah Pintar BangJo. Tahun 2010 mulailah kegiatan itu dimulai, diawali di wilayah pasar Johar Semarang. Dua tahun berlalu, feel itu mulai tertanam dalam. Keceriaan anak ketika memanggilku, kepercayaan orang tua yang diberikan, dan segala jeri payah yang di berikan oleh relawan-relawan mahasiswa membuatku mampu tersenyum bahagia. Semakin mengenal dunia fana mereka adalah tantangan tersendiri untukku. Berbagai macam kejadian membuatku semakin belajar banyak tentang arti kehidupan. Sabar, tenang, obyektif, netral, semua kupelajari disini. Moody, itu yang mereka (relawan) katakan atas diriku. Kadang aku suka marah sendiri, ngambek, diam tanpa alasan, dan kadang bisa sangat baik. Namanya juga manusia, itulah kilahku. Apapun itu, aku sangat berterimakasih kepada mereka. Maafkan segala karakterku yang kurang berkenan dihati kalian ya,,, 
Dua setengah tahun menjadi otak di Rumah Pintar BangJo. Banyak pelajaran yang telah aku terima, mulai dari advokasi ke dinas-dinas, lembaga-lembaga peduli anak jalanan,dan yayasan-yayasan yang peduli terhadap kesejahteraan anak di kota Semarang. Bersama mereka aku semakin paham bahwa tidak sedikit orang yang peduli terhadap anak rentan, anak beresiko, anak spesial yang ada di kota tercinta ini. Cita-cita kami sama yaitu membantu mereka, mengentaskan mereka dari kebutaan informasi dan ketidakmampuan menghadapi hidup. Impianku, mereka mampu keluar dari lingkaran setan yang mengukung mereka karena himpitan ekonomi dan kebutaan informasi. Aku yakin, dengan pendampingan yang optimal mampu mengangkat mereka jadi lebih baik dari sekarang yang mereka jalani. Ketika mereka nantinya menjadi dewasa yang bertanggungjawab, maka kehidupan mereka pun akan sedikit demi sedikit menjadi lebih baik. 
Cita-cita besar, harapan besar, dan impian yang sangat besar ketika mereka menjadi berdaya. Mampu keluar dari zona mereka yang sekarang. 
Teman-teman, tugas kita masih panjang. Begitu juga dengan diriku yang enggan melepas tugas ini sampai mereka benar-benar mampu berdaya. Alloh Maha Mendengar dan Mengetahui kesungguhan umatNya. Amin. :)